Berdamailah dengan Masa Lalu mu…..

past-present-futurePernahkan Anda mengalami permasalah yang berulang-ulang dalam hidup Anda? Atau mengalami kondisi yang sama selama bertahun-tahun? Mungkin karir Anda mentok, atau kondisi keuangan Anda selalu kurang dan pas-pasan. Atau saat Anda membangun hubungan Anda selalu gagal dan terjadi ketidakcocokkan? Atau Anda merasa beban hidup Anda beraaaat sekali, sehingga Anda tidak bisa berlari lebih kencang meraih apa yang Anda inginkan…..

Jika Ya…. saatnya Anda berdamai dengan masa lalu Anda…. sekarang….

Karena bisa jadi ada emosi yang terjebak dalam diri Anda, apakah itu luka batin, kepahitan, trauma psikologis, atau masalah yang sangat berat dalam hidup Anda. Terkadang kehadirannya tidak Anda sadari, karena Anda merasa sudah melupakan, memaafkan dan mengikhlaskan, tetapi ternyata apa yang Anda lakukan itu hanya pada level sadar saja. Ada bongkahan bawah sadar Anda yang masih merasakan kepahitan-kepahitan itu, sehingga belum bisa memaafkan, melupakan, atau bahkan mengikhlaskan, dan semua itu menjadi belunggu mental (mental block) dalam hidup Anda.

Jika Anda sudah menyadari semua itu, biarlah kesadaran itu membawa Anda untuk menuju sebuah proses pelepasan yang bersejarah dalam hidup Anda. Mungkin sejauh ini Anda bertanya, lalu “gimana caranya” untuk bisa melepaskan kepahitan-kepahitan itu?

Baiklah sahabatku….saya akan coba share pengalaman saya dalam melakukan proses-proses memaafkan, berdamai dengan masa lalu, dan juga pengalaman dalam menangani klien melalui sesi-sesi terapi dan coaching yang saya berikan.

Sekarang ini ada banyak teknologi pikiran (mind technology) yang dikembangkan berdasarkan pendekatan ilmu psikologi, mulai dari gestalt therapy, hypnotherapy, NLP, egostate therapy, ericksonian, transpersonal, clean language, EFT/SEFT, Quantum Touch, energy healing dan masih banyak lagi pendekatan-pendekatan yang lainnya. Nah dari semua pendekatan itu, saya menemukan sebuah cara yang efektif dan powerful untuk berdamai dengan masa lalu yaitu teknik mengikhlaskan.

Mari kita menelusuri masa lalu Anda, apakah dalam episode kehidupan Anda terdapat sesuatu yang membelenggu kehidupan Anda. Dalam kajian transpersonal psikoterapi, jika Anda mengalami masalah yang terus berulang-ulang disebut sebagai fraktal (fractal). Fraktral sendiri artinya adalah sebuah pola geometris yang berulang. Dalam konteks kehidupan, fraktal itu adalah masalah yang berulang-ulang terus dalam kehidupan. Biasanya masalah tersebut berulang dalam konteks yang berbeda, tetapi kalau di telusuri ternyata ada  akarnya sama. Nah biasanya, fraktal itu terjadi karena ada masalah yang sangat berat di masa lalu yang belum terselesaikan.

Ada 2 masalah yang biasanya dihadapi dalam kehidupan ini, yang pertama adalah masalah keuangan (financial). Yang kedua adalah masalah hubungan (relationship).

Masalah keuangan biasanya turunannya adalah di area karir, pekerjaan, dan bisnis. Dan ternyata sumber dari masalah ini adalah jika kita punya masalah dengan sosok ayah. Kita mempersepsikan ayah dengan persepsi yang negatif, baik di masa kecil ataupun masa remaja.

Berikutnya jika kita punya masalah hubungan (relationship) maka cek hubungan kita dengan sosok ibu, bisa jadi kita mempersepsikan negatif terhadap sosok ibu kita. Masalah relationship biasanya berkutat pada susah mendapatkan pasangan, kalaupun sudah mendapatkan maka biasanya kurang harmonis, sering cekcok, dan kurang ada kecocokkan.

Itu jika masalah yang Anda hadapi dilihat dari kacamata financial dan relationship. Namun jika Anda mengalami permasalahan masa lalu yang sangat membekas dalam diri Anda, maka Anda bisa lakukan pengecekan dengan cara seperti di bawah ini.

Coba Anda ingat kembali masalah yang pernah membuat perasaan Anda tidak nyaman, jika Anda masih merasakan perasaan yang tidak nyaman, apakah sakit hati, kesel, marah atau perasaan negatf apapun, itu artinya Anda masih belum bisa lepas dari masalah Anda tersebut. Maka yang harus Anda lakukan sekarang adalah:

  1. Merasakan (Feel it) masalah yang tdak nyaman tersebut. Rasakan saja, nikmati saja sensasi rasanya, kenalis rasanya seperti apa, ada dimana rasanya (di dada, di kepala, atau di tangan), jika Anda bisa mengukur rasanya, 0-10 kira-kira di level berapa (0 tidak terasa, 10 terasa sekali). Untuk bisa membantu merasakan Anda bisa mengucapkan kata-kata seperti ini

“Ya Allah, saya merasa (sebut yang Anda rasakan)”

  1. Menerima (Accept it). Jika mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan seringkali kita menyangkalnya, menolak, dan tidak mau menerima. Semakin kita tolak dan kita lawan, semakin kita merasa menderita dengannya. Kita bisa saja sakit misalkan, tetapi kita bisa memilih menderita dengan sakit kita atau kita menerima dan bersabar dengan sakit tersebut. Sekarang cobalah Anda belajar menerima apa yang membuat Anda tidak nyaman tersebut dengan cara melepaskan…. Mengikhlaskan….

“Ya Allah saya mengikhlaskan (sebutkan masalah Anda), dan  saya memaafkan (sebutkan jika ada orang yang membuat Anda tidak nyaman), saya serahkan semua hanya kepada Mu Ya Allah”

 

  1. Bingkai Baru (Reframe it). Sekarang Anda lihat lagi momen atau masalah yang Anda hadapi, dan temukan sebanyak-banyaknya pelajaran (hikmah) di balik masalah Anda tersebut. Lihatlah dengan kacamata baru yang lebih memberdayakan, kacamata yang penuh sumberdaya sehingga Anda bisa bersyukur dengan masalah Anda. Kemudian bingkailah masalah Anda dengan bingkai terindah, bingkai emas, yang ketika Anda melihat masalah tersebut Anda bisa tersenyum hebat, dan bisa berkata “Ternyata saya bisa melewati masalah ini”

Anda bisa mengucapkan kata-kata ini:

“Wahai masalahku (sebutkan), terima kasih engkau sudah pernah hadir dalam kehidupanku di masa lalu, terima kasih engkau sudah membuat aku lebih kuat, terima kasih untuk pembelajaran yang sangat berharga dalam kehidupanku….”

Anda bisa cek satu persatu masalah dalam kehidupan Anda di masa lalu yang membuat Anda tidak nyaman dalam kehidupan Anda, baik dalam aspek bisnis, keluarga, relationship, atau apapun yang membuat Anda tidak nyaman, dan mulailah untuk melepaskan, mengikhlaskan masalah-masalah Anda sehingga Anda bisa mulai berdamai dengan masa lalu. Ingat, tidak ada orang yang dapat membuat Anda menderita, jika Anda sendiri tidak memilih menderita. Karena Anda lah yang paling bertanggung jawab terhadap kebahagiaan Anda, bukan orang lain.

Saat Anda bisa berdamai dengan masa lalu, maka  Anda bisa melangkah maju untuk meraih impian dalam hidup Anda.

Salam CIS (Cintas Ikhlas Syukur)…..

Advertisements

Posted on 12 April 2015, in Artikel, Hikmah and tagged , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: