Membeli Coaching dalam Karung

coachingicon

Apakah Anda bekerja dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM)? Dan Anda mengalami kesulitan meningkatkan motivasi untuk mengembangkan tim Anda? Atau Anda juga sudah bosan untuk mengirim tim Anda mengikuti berbagai macam pelatihan tetapi tetap saja mereka tidak perform?

Mungkin Anda bisa melakukan pendekatan yang berbeda untuk mengembangkan tim Anda tersebut, dan salah satu opsi pengembangan yang  bisa dipilih adalah menggunakan pendekatan COACHING.

Sebagian dari Anda saya yakin sudah sangat familiar dengan istilah Coaching, tapi saya yakin ada sebagian dari Anda yang masih mikir, mengernyitkan dahi, dan bertanya….”Coaching itu makhluk apa…..?” “apa hubunganya dengan coaching garong”,  atau “apakah sama dengan coaching-coaching ho ta hae…” dan Anda berpikir saya harus tahu sehingga jangan sampai seperti “membeli coaching dalam karung…..”

Nah bagi Anda yang masih penasaran apa itu coaching, saya kutipkan definisi coach dari ICF berikut ini.

International Coaching Federation (ICF) mendefinisikan :

Coaching is partnering with clients in a thought-provoking and creative process that inspires them to maximize their personal and professional potential

Coaching adalah bentuk kemitraan bersama klien (Coachee) untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional yang dimilikinya dengan proses yang menstimulasi dan mengeksplorasi pemikiran dan proses kreatif.

‘Coaching is unlocking  a person’s potential to maximise his or her own performance. its helping them to learn rather than teaching them’

 -Sir John Whitmore, ‘Coaching for Performance’ –

Coaching membuka potensi seseorang untuk memaksimalkan performanya. Hal ini membantu mereka untuk belajar daripada mengajarkan mereka.

 

Coaching berkaitan dengan “bagaimana” : bergerak maju dari tempat Coachee sekarang, dan merancang perubahan untuk mencapai tingkatan yang Coachee inginkan. Hal tersebut berorientasi pada tindakan dan fokus dengan kondisi sekarang dan masa depan bukan pada masa lalu.

Sejauh ini bagaimana, apakah sudah ada gambaran tentang coaching? Jika masih penasaran coba Anda klik web ini….. http://www.loop-indonesia.com/ Anda bisa mengeksplor teknik-teknik coaching yang luar biasa dari coach-coach hebat.

Sekarang kita akan bahas tentang group coaching.

Sebelum membahas lebih detil tentang group coaching, saya akan ceritakan pengalaman mempraktekkan group coaching. Pengalaman pertama adalah ketika saya harus mengajar satu produk baru tentang asuransi kesehatan, di akhir sesi tentang detil produk tersebut, saya tutup sesi saat itu menggunakan pendekatan group coaching (GC). Permulaan yang baik, dan saya bisa melewati 30 menit group coaching dengan lancar. Tantangan terbesarnya saat itu adalah dari sisi jumlah peserta yang terlalu banyak, yaitu sekitar 30 orang. Sesuai standard ICF, jumlah ideal untuk melakukan GC adalah 10-12 orang.

Pengalaman kedua adalah di salah satu kelas khusus para sales yang ingin mendapatkan percapaian tertentu untuk bisa mencapai member khusus. Kali ini jumlah pesertanya  sekitar 10 orang, dan mereka sama-sama punya tujuan yang sama. Dan kelas GC dilakukan dengan lebih baik lagi dari pengalaman pertama. Model coaching yang di pakai yang paling sederhana dan mudah, yaitu GROW (Goal – Reality – Option – Way Forward).

Dari dinamika yang ada, banyak sekali opsi-opsi kreatif yang peserta dapatkan, yang sebelumnya bahkan mereka tidak pikirkan. Bahkan mereka merasa semakin banyak peluang yang bisa mereka lakukan untuk bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Untuk bisa melakukan GC selain kompetensi sebagai seorang coach, 1 kompetensi yang harus Anda miliki adalah Facilitation Skills. Anda tidak diperkenankan untuk leading atau bahkan telling, facilitation skill memerlukan listening skill dan questioning skill yang memadai. Bagi Anda yang sudah berprofesi sebagai seorang trainer, skill Anda bisa lebih diberdayakan lagi, sehingga Anda bisa sebagai seorang Facilitator.

Untuk siapa Group Coaching:

  1. Group dari individu yang dikumpulkan secara temporer sebagai tim.
  2. Group yang lebih besar yang berasal dari area yang tersebar.
  3. Tim dari lintas fungsi (cross functional function) yang bertanggung jawab untuk menghasilkan gol bersama.

Tujuan yang ingin didapatkan biasanya adalah :

  1. Mencapai hasil menguntungkan bersama.
  2. Meningkatkan teamwork, kolaborasi dan performa.
  3. Menggabungkan pembelajaran dengan program pengembangan.
  4. Membagi pengetahuan dan menyediakan dukungan bersama.
  5. Mengembangkan best practice kelompok melalui belajar bersama.
  6. Membangun sistem kesadaran yang sistematik.

Sehingga hasil yang didapatkan adalah :

  1. Berbagi pengetahuan, pembelajaran dan penguatan.
  2. Memperdalam pengetahuan melalui praktek berbagi.
  3. Mendapatkan dukungan dari rekan sejawat dan jaringan anggota dalam GC.
  4. Meningkatkan akuntabilitas.
  5. Pengertian pada lintas divisi, tim kerja dan meningkatkan kolaborasi.

Proses Group Coaching

Proses dalam GC hampir sama dengan personal coaching, hanya saja untuk melakukan group coaching Anda perlu identifikasi kebutuhan dalam group coaching dan apa tema besar yang menaungi tujuan bersama.

Berikutnya juga perlu disepakati bersama bahwa satu sama lain harus saling menghargai dan ada komitmen untuk menjalankan hasil group coaching tersebut.

Nah sejauh ini apakah Anda masih memikirkan apa itu coaching garong atau coaching-coaching ho ta hae…. atau Anda mulai tidak seperti beli coaching dalam karung bukan?

Advertisements

Posted on 9 April 2015, in Artikel. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: