Connectedness to Harmony : Rahasia Sukses Membangun Keakraban

Saat saya mempelajari hypnosis khususnya Ericksonian Hypnosis ada satu kata yang menarik, kata itu adalah CONNECTEDNESS. Kalau menurut Google Translator kata itu dalam bahasa Indonesia artinya KETERHUBUNGAN. Kata ini menjadi sangat sakral saat sang guru mengatakan inilah salah satu kunci sukses menjadi seorang hypnotherapist, Wooww……

Dan berjalannya waktu sambil terus mempelajari semua yang terkait dengan hypnosis dan NLP, tradisi energy, spiritual, training dan pembelajaran, melalui pengalaman empiris dan induktif, ternyata memang Connectedness menjadi amat sangat penting.

Connectedness dalam Kehidupan Sehari-hari

Seorang sales atau marketing butuh yang namanya connectedness dengan calon klien atau nasabahnya, seorang guru ketika menyampaikan pembelajaran dia butuh connectedness dengan siswa-siswi, seorang trainer atau fasilitator butuh connectedness dengan peserta (audiens) trainingnya, orang tua butuh keterhubungan dengan anaknya, seorang leader butuh keterhubungan dengan tim unit di bawahnya, seorang suami butuh keterhubungan dengan istrinya, juga sebaliknya. Bahkan seorang manusia (hamba) butuh yang namanya keterhubungan dengan TUHANnya.

Dan ketika keterhubungan itu terjalin dengan baik dengan siapapun sesuai dengan peran kita, semua urusan akan menjadi mudah. Tentunya Anda pernah mendengar, bagaimana seseorang yang punya koneksi disuatu tempat, dia akan lebih mudah segala urusannya ditempat tersebut.
Nah, bagi Anda yang tidak punya koneksi dan urusan Anda ingin berjalan dengan lancar, Anda dapat terus membaca tulisan ini, namun jika Anda merasa koneksi Anda banyak, Anda boleh berhenti membaca tulisan ini, tapi jangan salahkan saya jika Anda terus membaca tulisan ini, karena semakin ingin berhenti membaca, rasa penasaran untuk terus membaca semakin besar….., jadi Anda dapat mengabaikan perasaan Anda dan silahkan terus membaca tulisan ini…….

Lalu apa sich sebenarnya Connectedness itu? Kalau terjemahan bebas dari saya connectedness adalah keterhubungan kita dengan unsur di luar diri kita sehingga terjadi kesamaan frekuensi yang memungkinkan kita menjadi harmoni dengan pihak lain dalam pola keterhubungan tersebut. Pada titik tertentu kita bisa merasakan apa yang orang lain rasakan, dan begitu juga sebaliknya.

Pengalaman saya saat bertemu dengan klien saat sesi terapi, pernah dalam dalam 2 kondisi yang berbeda. Suatu ketika saya menerapi orang, dan saat ketemu dengan klien tersebut yang terpikirkan adalah, “nanti saat terapi, teknik apa ya yang harus digunakan?” Atau “sebaiknya ngapain dulu ya ketika sesi hipnoterapi…” Dan beberapa pertanyaan yang meliputi pikiran dan perasaan saya, dan ketika itu yang terjadi, proses terapi saya kurang maksimal. Karena saat sesi tersebut berlangsung, yang dominan adalah otak kiri saya.

Lain halnya ketika sata terhubung dengan klien, teknik itu nomor 2. Karena biasanya teknik akan mengalir dengan sendirinya ketika kita sudah terhubung. Tiba-tiba ada ide yang muncul, pake teknik ini dan itu, dan itulah kenapa pendekatan ericksonian banyak yang berkomentar tidak ada strukturnya, tidak ada bakunya. Yaaa…., memang begitulah ketika kita menghadapi klien, kita harus fleksibel dan menyesuaikan dengan keunikan klien (client centered)

Sama seperti melakukan terapi, dalam jualanpun kita harus terhubung (connectedness) dengan calon pelanggan kita. Dengan keterhubungan kita ke calon pelanggan, membuat frekuensi kita sama, dan saat frekuensi sudah sama, keakraban akan terbangun secara alamiah, sehingga critical area calon pelanggan kita lebih terbuka, nah saat terbuka inilah penolakan bisa minimalisasi, itu yang sebenarnya dipelajari dalam pemanfaatan hypnosis for selling.

Anda yang berprofesi sebagai guru, trainer, instruktur ataupun fasilitator juga sama, harus terhubung dengan siswa, peserta atau audiens Anda dan berorientasi kepada mereka (student oriented). Itu jugalah yang dipelajari dalam hypnoteaching yang akhir-akhir ini semakin dikenal luas.

Jadi apapun peran Anda di dunia ini, di lingkungan masyarakat Anda atau di manapun, berusahalah untuk terkoneksi dengan orang-orang di sekitar Anda, untuk menyerap inspirasi dan energi positif dari orang-orang yang luar biasa, sehingga pada gilirannya Anda bisa terkoneksi juga dengan orang-orang yang belum memanfaatkan sumberdaya yang mereka miliki agar mereka bisa bangkit dan memberdayakan diri mereka.

Cara Terhubung (Connectedness) dan Selaras (Harmony)

Dalam kajian hypnosis dan NLP keterhubungan bisa dimulai dengan Building Rapport (membangun keakraban) baik dengan teknik Matching maupun Mirroring. Bagi Anda yang belum mengenal NLP dan konco2nya, tentu akan bertanya apa itu matching-mirroring, kan? Nah tugas Anda untuk mencari tahu, karena saya tidak akan jelaskan di sini.
Sementara Anda penasaran atau bagi yang sudah tahu, sambil senyum-senyum, saya akan menjelaskan cara yang lain bagaimana mana menjalin keterhubungan, yaitu dengan Kekuatan Niat.
Anda tentu sudah tahu, segala sesuatu itu tergantung dari apa yang diniatkan, ya betul itu persis seperti apa yang guru ngaji saya sampaikan. Ada lagi (masih tentang niat), kalau kata guru NLP saya, energi akan mengalir kemana niat (intention) kita fokuskan.

Saya yakin Anda sependapat dengan saya, betapa kekuatan niat itu luar biasa. Seseorang bisa tahan lapar dan haus disaat puasa, itu karena diniatkan. Seorang ibu kuat bertahan dengan segala dinamika kehidupan, demi niat yang kuat untuk membahagiakan anak-anaknya. Seseorang mampu berhenti merokok, saat ini juga, karena memang kuatnya niat Anda untuk berhenti. Daaan, masih banyak lagi contoh yang lain, bagaimana kekuatan itu itu bekerja.
Nah, caranya bagaimana, biar kita dapat terhubung dengan seseorang dengan mudah? Ya coba Anda NIATkan untuk terhubung. Contohnya, “saya niatkan untuk terkoneksi (terhubung) dengan si A, untuk dapat…………………..(Sebutkan tujuannya)
Bagaimana, mudahkan? Dan akan terasa lebih mudah jika Anda praktekkan, atau ajak orang lain untuk membaca tulisan ini.
Jadi kapanpun Anda ingin terhubung dengan seseorang, Anda bisa lakukan matching-mirroring dan memanfaatkan kekuatan niat (the power of intention), selebihnya serahkan sama Tuhan Yang Maha Membolak-balikkan hati, sehingan terciptalah Harmoni

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Posted on 29 August 2011, in Artikel, Hikmah, Pendidikan, SDM, spiritual, terapi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Seneng deh baca tulisan ini…sangat bermanfaat, sesuai dengan profesi ku saat ini…setelah hampir setiap hari mempraktekkannya, ternyata mudah sekali building rapport dan connected dengan orang lain (terutama orang baru)….makasih broo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: