Cerdas, kenapa harus mengingat mati?

Kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi, yang tidak tahu pasti adalah, kapan kematian itu akan menjemput.
Bicara kematian, pernahkah Anda berpikir kenapa Rasulullah Muhammad saw, menyampaikan bahwa orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian?
Itulah hal yang terpikirkan dan terlintas, saat pagi ini masuk ke kamar mandi setelah bangun tidur…., dalam hati pasti ada maksud perkataan Rasulullah ini.


Menurut saya, saat seseorang mengingat kematian ada 2 dimensi yang terpikirkan. Pertama, dimensi kehidupan setelah kematian atau akhirat. Kedua adalah dimensi kehidupan dunia yang ditinggalkan.
Dimensi pertama, merupakan wujud dari seberapa visioner seseorang untuk mempersiapkan kehidupan, yang tidak kita ketahui. Seberapa belief kita dengan kehidupan akhirat yang dijanjikan. Ketika kita yakin dan percaya, maka apapun yang terjadi, seseorang akan semaksimal mungkin mempersiapkan yang terbaik.
Mengingat kematian mengingatkan kita untuk menjadi pribadi yang visioner, berpikir jauh kedepan.

Dimensi kedua adalah dimensi kehidupan dunia. Kita hidup dalam kebersamaan dengan orang-orang yang kita cintai, anak, istri, suami, orang tua, dan siapapun orang yang terdekat dalam kehidupan kita. Erat kaitanya dengan keluarga terdekat yang dalam tanggungan, anak dan istri, seorang kepala rumah tangga seyogyanya sudah mempersiapkan yang terbaik buat mereka. Pendidikan agama, moral, kesiapan finansial, kelangsungan kehidupan, merupakan tanggung jawab kepala rumah tangga. Itulah wujud cinta, kepedulian dan tanggungjawab seorang kepala rumah tangga. Oleh karena itu, orang yang cerdas adalah orang yang sudah mempersiapkan bagaimana kelanjutan hidup keluarganya setelah dia tidak ada.

Maka menjadi pengingat kita juga, apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw, untuk kita mengingat 5 perkara sebelum 5 perkara yang lain. Sehat sebelum sakit, lapang sebelum sempit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, dan hidup sebelum mati.

Oleh karena itu, kesadaran untuk mempersiapkan kehidupan setelah kematian dengan amal terbaik, dan mempersiapkan yang terbaik buat keluarga dengan proteksi dan mungkin dengan asuransi merupakan salah satu langkah cerdas mempersiapkan kematian.

Advertisements

Posted on 21 September 2010, in Artikel, Hikmah, spiritual. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: