Nyantri di Pesantren Kilat Ericksonian

Sedikit sharing saja dengan teman-teman, bertepatan dengan awal puasa kemarin (Ramadhan 1430 H), saya ikut “pesantren kilat” hypnotherapy selama 2 hari, sabtu dan minggu. Sudah lama saya meng”attrack”  untuk bisa ikut workshop Ericksonian (Kalo temenku pengen ikut yang Nokian). 

Saya yakin sebagian besar dari teman-teman sudah mempelajari apa itu hypnosis, apa itu trance, dan bagaimana untuk bisa trance. Mengulang yang mungkin sudah pernah teman-teman ketahui, bahwa untuk bisa menjadi trance dapat dilakukan dengan induksi. Contoh induksi yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur nafas, tariiiik naffaaaasss, daan…., keluarkan perlahan, kemudian hitung sampai 5….., satu…., dua…., tiga….. semakin rileks…… empat…., semakin nyaman, dan lima……, Anda sudah benar-benar rileks……

Dan itulah yang (biasanya) diajarkan oleh teknik lain yang bukan Ericksonian ketika akan menginduksi. Sekarang saya akan membedah sedikit saja, apa bedanya metode Ericksonian dengan selain Ericksonian. Pada teknik selain Ericksonian, induksi dilakukan secara langsung (Direct) bisa dengan berhitung, mengejutkan (handshake induction), atau teknik lain yang bisa digunakan. Kalau di Ericksonian, induksi dilakukan secara secara tidak langsung (Indirect). Karena tidak langsung, induksi berjalan dengan sangat alamiah, natural dan soft. Induksi dapat dilakukan dengan memanfaatkan (utilization) keunikan dari klien. Contoh, dari baju yang digunakan terapis bisa menanyakan “…wah bagus sekali ya bajunya…., pasti itu baju terbaik……, beli dimana…..? kapan…?”

Dari pertanyaan singkat itu sebenarnya klien sudah bisa diajak trance, karena dia melakukan regresi, mengingat  saat beli baju, bersama siapa, bagaimana perasaan waktu itu…..Nah itu udah trance kan?

 Ciri lain dari teknik Ericsonian adalah kita memanfaatkan powerful-nya klien. Jika di teknik selain Ericksonian, yang harus tampil powerful adalah si Terapis, maka ketika sedikit saja terapis tidak PD, blank, maka bisa saja hilang momen terbaik untuk melakukan induksi dan maju ke tahap berikutnya.

 Pada Ericksonian, teknik adalah no 13, karena yang penting adalah terapis bisa me-utilisasi resource yang dimiliki klien. Syarat utama dari Ericksonian selain utilisasi adalah si klien bisa menerima terapis, dan terapis bisa menerima semua yang ada pada klien (Acceptance). Syarat berikutnya adalah terapis ikhlas (release) dengan kondisi yang ada, sehingga dengan release tersebut, antara klien dan terapis bisa sama-sama menerima, baik alam sadarnya maupun alam bawah sadarnya, atau bisa juga disebut saling terkoneksi (connected), karena jika sudah connected, teknik akan mengalir dengan sendirinya, dan biarlah alam bawah sadar yang akan mengarahkan dan menunjukkan teknik terbaik untuk klien tersebut.

 Yang menarik lagi pada Ericksonian adalah, penggunaan cerita, kiasan, atau metafora dalam melakukan sugesti atau terapi. Terapis bisa menggunakan cerita, kisah sukses, kutipan-kutipan (quotes), referensi dan sumber-sumber lain yang menurut klien itu adalah sumber yang SANGAT dipercaya oleh klien.

 Nah di sini saya akan menceritakan  pengalaman saya, ketika ada temen yang ingin dihipno, biar bisa kontinyu memberikan ASI ekslusif kepada buah hatinya (dalam hati boleh juga nich buat praktekin Ericksonian). Saat itu dia meminta waktu khusus untuk diterapi, tapi saya piker kalau nunggu lama-lama lagi susah nich dapetin momen terbaik. Kenapa dikatakan momen terbaik, (1) pertama dia pengin banget, so investasi untuk bisa trance atau diinduksi sangat besar. (2) ketika saya ajak ngobrol, dia sangat bahagia ketika dia ajak ngomongin anaknya. Nah rasa bahagia, rasa haru atau rasa apapun yang muncul itu sebenarnya bisa di utilisasi supaya lebih cepat lagi untuk bisa trance. Jadi pada kesempatan itu saya tidak melakukan berhitung 1-5 atau 1-10, tapi cukup menguatkan rasa apa yang saat itu muncul.

 Dan ternyata, BERHASIL. Terlihat dengan jelas bagaimana matanya kemudian berubah memerah, dan ketika mata itu menutup, terlihat dengan jelas, bagaimana kelopak matanya cepat sekali bergerak. Fenomena itu disebut juga REM (Rapid Eye Movement), yang merupakah beberapa ciri dari seseorang yang sudah trance.

Dan selanjutnya, buatlah hypnotic suggestion yang tepat untuk orang tersebut, dengan menggunakan cerita, kutipan, pendekatan spiritual, dan berbagai resource yang dimiliki oleh klien.

 Itu dulu aje ye….., mudah-mudahan bermanfaat….

Advertisements

Posted on 30 September 2009, in Artikel. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. sahabatku anjas … link blog ana tolong diubah dong .. sekarang yg aktif di http://apayangkaumausetiawan.blogspot.com

    thanx .. sukses selalu ..
    ———-
    udah tuch bro………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: