Pulang Kampoeng…

Liburan panjang kemaren, 20-23 Maret, akhirnya jadi juga pulang kampung. Agendanya adalah menghadiri nikahan adik angkatku yang kembar. Pagi 20 maret sekitar jam 7.30an, aku meluncur ke jl. margonda bersama jupiter MX untuk beli tiket Bus Sinar Jaya untuk berangkat malem. Eit…, tapi ternyata penjulan tiker belum bisa dilayani. Alasanya, penumpang lagi padet….., Aku cuma bisa booking untuk 2 orang, karena pulangnya bareng istri. Dan tiket dapat di beli baru sore harinya.

Setelah dapet no tempat duduk, buru-buru aku kembali kerumah. Kebetulan hari itu juga, AA (kakak iparku) mo lamaran. So…, aku bareng istri harus siap-siap untuk acara lamaran. Rencananya waktu itu berangkat pukul 09.00 sampe dhuhur. Masih di daerah Depok juga sich, di Krukut…,

Berangkat Ke Pemalang

aku bersama istri sampe di pool pas mau magrib, jadi kami sholat di pool pemberangkatan. Berangkat sekitar jam 7 malam. Lumayan capek hari itu, karena harus mondar-mandir, jadi pas bus mulai menyusuri Margonda, mata ini sudah agak-agak merem. Setengah sadar aku liat, ternyata jalur tol yang biasanya harus ke UKI dulu kalo mau ke cikampek, sekarang bisa langsung dari tol Lenteng (Norak yach…, baru tau).

Perjalanan tidak macet2 amat seperti yang dikira banyak orang. Bahkan relatif lancar, buktinya nyampe di pemalang masih jam 2 pagi, biasanya sekitar jam 3an. Karena masih terlalu larut, kami putuskan untuk istirahat dulu di tempat kakak yang di pemalang. Lumayan bisa merem agak pules.

Paginya, sebenarnya mo langsung pulang jam 7an, tapi karena kakak nawarin bareng pake mobil, akhirnya kami pulang jam 8 pagi. Oya.., lupa kampungku masih jauh dari kota Pemalangnya, sekitar 1,5 jam pake kendaraan sendiri.

Sambil nunggu jam 8, kami jalan2 dulu ke Pantai Widuri pake motor. sekitar lima menit kami sampe. Karena hari libur, banyak juga orang-orang pada jalan kesana. Sesampenya di pantai, kami jalan melihat2 pantai widuri. Setelah moto beberapa expose, kami cari makanan. Rencananya mo nyabu, tapi keburu habis, jadinya kami ML saja. (nyabu=nyarap bubur, ML=Makan Lontong). Setelah kenyang ML plus teh manis panas, akhir kami pulang. Beberapa catatan buat pantai widuri, sebenarnya pantainya lumayan, tapi karena sampah berserakan dimana-mana, jadi agak kurang enak dilihat. Semoga saja pemkab Pemalang lebih peduli biar Pemalang bener2 jadi kota IKHLAS.

Bersambung….

 

Advertisements

Posted on 26 March 2008, in Intermezo. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: