Learning Performance Index

5-pilars-lo.jpg

Learning Performance Index atau Indek Kinerja Belajar adalah suatu diagnosis yang berdasarkan pada pekerja, alat survei yang memungkinkan organisasi Anda untuk diukur dengan obyektif tentang tingkat pembelajaran sebagai suatu organisasi pembelajar (learning orgnization). Ini meliputi banyak konsep dan praktek yang sudak diientifikasi oleh para peneliti terkenal (seperti Chris Argyris, Peter Senge dan David Garvin) yang menjadi bagian penting untuk pengembangan dan pemeliharaan pembelajaran dalam organisasi.  Tools ini dikembangkan oleh Conference Board Canada berdasarkan beberapa teori tentang organisasi pembelajar kedalam model 5 pilar dari organisasi pembelajar.

 Keuntungan

Indeks Kinerja Belajar akan membantu Anda untuk:

  • Mengukur kinerja belajar organisasi Anda.
  • Mengidentifikasi area atau bagia untuk meningkatkan kapasitas belajar organisasi Anda.
  • Membandingkan berbagai kelompok dalam organisasi Anda.
  • Membandingkan hasil pengukuran dengan organisasi lain.
  • Menghasilkan suatu pemahaman yang lebih baik bagaimana belajar untuk memperkaya kinerja organisasi.
  • Merancang dan menerapkan suatu perencanaan belajar tindakan dan melacak perbaikan secara menyeluruh.

Manfaat

Pembelajaran organisasi adalah suatu alat pembuktian untuk meningkatkan kinerja bisnis dan individu. Indeks Prestasi Belajar membantu organisasi Anda untuk:

  • Meluruskan (menyamakan) aktivitas belajar Anda dengan strategi perisahaan Anda untuk menjamin tujuan perusahaan bisa tercapai.
  • Meraih suatu pengembalian yang lebih baik dari inisiatif belajar dan pengembangan karyawan.
  • Mengarahkan suatu keuntungan kompetitif yang diterjemahkan kedalam kinerja keuangan yang ditingkatkan.
  • Tetap menjadi pemimpin terdepan dalam industri dan ekonomi Anda.
  • Meningkatkan efektifitas dan produktifitas bisnis.

Lima Pilar dari Organisasi Pembelajar

Dengan mengkombinasikan studi akademis dan peneliti, dikembangkanlah suatu model organisasi pembelajar yang berisi lima pilar yang dibuat. 

Kelima Pilar tersebut terdiri dari:                    

  • Vision (Visi)  – Kejelasan dan keluasan visi suatu organisasi yang menjadikan belajar sebagai bagian dari visi, memainkan peranan penting dalam menciptakan dan  menopang suatu organisasi pembelajar.
  • Culture (budaya) – Budaya perusahaan mempengaruhi setiap aspek dari kinerja organisasi, termasuk belajar dalam organisasi.
  • Learning Dynamics or Systems (Dinamika Belajar atau Sistem)  – Suatu sistem belajar dalam organisasi yang efektif memberi tantangan kepada pegawai untuk berpikir dan bertindak dengan suatu pendekatan yang komprehensif. (dengan melihat akar masalah, pola dan keterkaitan antar masalah).
  • Knowledge Management and Infrastructure (Manajemen Pengetahuan dan Infrastruktur) – Organisasi pembelajar mempunyai sistem dan struktur di tempat untuk menjamin bahwa pengetahuan yang penting sudah dikumpulkan, disusun, disimpan dan dibuat mudah bagi yang ingin mendapatkannya.
  • Learning Investment (Investasi Belajar) – Organisasi pembelajar mendukung belajar internal dengan menginvestasikan dalam pelatihan formal dan pembelajaran informal untuk pengembangan semua karyawan.

Melalui pengukuran ini, setiap organisasi (perusahaan, sekolah, atau lembaga pendidikan lainnya) dapat mengetahui sejauh mana indeks kinerja belajar atau kapasitas belajar sehingga dapat menyesuaikan dengan perubahan.Melalui tulisan ini, saya ingin menekankan sekolah maupun lembaga perguruan tinggi seharusnya menjadi yang terbaik dalam hal indeks pembelajaran. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari lembaga pendidikan bahwa mereka menyampaikan pembelajaran kepada siswa maupun mahasiswa, maka mereka (pengelola sekolah, guru, dosen) harus lebih banyak belajar dan terus mau belajar.Pernah diskusi dengan teman dan dia menyampaikan, bahwa salah satu bentuk korupsi guru ataupun dosen adalah mereka tidak memberikan pengetahuan up to date kepada para siswa/mahasiswanya. Mereka hanya diberi pengetahuan lama dengan cara belajar lama, sumber teks dan paradigma juga yang lama.

Kinerja belajar tidak hanya menjadi tanggung jawab guru atau dosen saja, atau kalau di perusahaan tugas karyawan, tapi butuh sekali (banget kali ya..) dari pengelola sekolah, dalam hal ini kepala sekolah, pengawas, atau diknas (kalo negeri), pengelola yayasan (kalo swasta). Dalam pengukuran indeks kinerja belajar jelas sekali terlihat, oleh karena itu bagi sekolah atau PT atau bahkan perusahaan, cobalah untuk mengukur Learning Performance Index-nya supaya lebih efektif dan mampu bersaing di pasaran.

Advertisements

Posted on 13 March 2008, in Artikel, Pendidikan, SDM. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Lam knal K’Anjas
    ni arif ank TP.
    jlsin yg lengkap dunk coz tertarik untuk skripsi,hehe…
    Thanx

    • salam kenal juga, wah maaf nich lagi jarang buka blog. Silahkan dikembangkan dari 5 pilar LPI. Ini sebenarnya pengembngan dari learning organization, lebih deket ke teorinya marquardt. kalo mau intrumenya bisa hubungi saya….., ato main kerumah biar leluasa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: