Lima Teknologi untuk Perubahan Pendidikan Menuju Lembaga Pendidikan Unggul

Perubahan terus terjadi dan akan tetap terjadi, diminta atau tidak, kita mau ataupun menolak, perubahan terus berjalan bersama waktu yang terus berputar. Kecepatan teknologi komunikasi dan informasi mempunyai peranan yang penting dalam menginformasikan perubahan, sehingga perubahan, berita atau apapun yang terjadi dimanapun secara global dalam hitungan detik sudah dapat kita ketahui.

Sekolah atau lembaga pendidikan sebagai suatu sistem terbuka, tidak bisa menutup diri dari perubahan yang ada di sekitarnya. Dia harus adaptif terhadap perubahan, mengelola perubahan, dan memberdayakan potensi internal untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya sehingga keunggulan sekolah atau lembaga sebagai cita-cita bersama dapat terwujud.           

Untuk mencapai keunggulan yang dicita-citakan, banyak pendekatan yang dapat dilakukan salah satunya apa yang dipaparkan oleh Salisbury (1996) yaitu tentang Five Technologies untuk perubahan pendidikan. Teknologi ini sudah banyak diterapkan dalam dunia bisnis dan menjadikan kegiatan bisnis menjadi lebih kompetitif dan siap terhadap perubahan. Teknologi tersebut adalah:

  1. System Thinking (Berpikir serba Sistem)
  2. System Design (Perancangan Sistem)
  3. Quality Science (Ilmu Kualitas)
  4. Change Management (Manajemen Perubahan)
  5. Instructional Technology (Teknologi Pembelajaran)

Ada banyak pengelola sekolah yang menginginkan lembaganya mendapatkan sertifikasi standar kualitas untuk manajemen pengelolaan sekolah.  Ada baiknya sebelum lebih jauh dengan manajemen kualitas total untuk pendidikan (Total Quality Educations –TQE), para pengelola sekolah memahami dan menerapkan 5 teknologi untuk perubahan lembaga pendidikan lebih baik.            

Sebelum membahas kelima teknologi tersebut, kita akan samakan dulu persepsi kita tentang teknologi. Banyak orang mengartikan teknologi itu sebagai suatu alat yang canggih yang berkaitan dengan mesin, proses mekanistik ataupun seperti alat elektronik dan sejenis. Secara formal pengertian dari teknologi adalah penerapan secara sistematis dari ilmu pengetahuan. Atau pengetahuan yang dikelola (diorganisasi) untuk mempraktekan tugas. Dengan kata lain ketika kita mengembangkan suatu produk atau inovasi baru, pengetahuan, praktek, prosedur, alat dan teknik yang berkumpul untuk membuat inovasi baru maka semua langkah itu dapat disebut teknologi.

Dalam inovasi pendidikan tidak bisa lepas dengan masalah revolusi metode, kurikulum yang inovatif, teknologi serta SDM yang kritis untuk bisa menghasilkan daya cipta dan hasil sekolah sebagai bentuk perubahan pendidikan. Sekolah harus mempunyai orientasi bisnis pelanggan yang memiliki daya saing global. Untuk itu ada lima teknologi baru yang dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih unggul.

1. System Thinking (Berpikir serba Sistem)

Berpikir serba sistem menjadikan kita untuk lebih hati-hati dengan munculnya tiap mode di dunia pendidikan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya perubahan yang tidak kita inginkan. Tanpa berpikir serba sistem  kita akan sulit untuk mengadakan peningkatan riil di bidang pendidikan. Jadi berpikir sistem  menghadirkan konsep sistem yang umum, dimana berbagai hal saling terkait.

2. Teknologi yang kedua: Perancangan (desain) sistem

Desain sistem adalah teknologi dalam merancang dan membangun sistem yang baru. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang cepat yang meningkatkan harapan. Desain sistem memberi kita peralatan untuk menciptakan suatu sistem yang baru dan suatu strategi untuk perubahan.

3. Teknologi yang ketiga: Ilmu Kualitas

Ilmu tentang kualitas merupakan teknologi yang memproduksi suatu produk atau jasa/ layanan yang sesuai harapan dan pelanggan. Ilmu tentang kualitas telah menjadi alat yang sangat berharga dalam inovasi lembaga pendidikan atau sekolah.

4. Teknologi Ke Empat : Manajemen Perubahan

 

5. Teknologi Kelima : Teknologi Instruksional (pembelajaran)

Teknologi Pembelajaran adalah  “satu bagian dari teknologi pendidikan – dengan asumsi sebagai akibat dari konsep instruksional sebagai bagian pendidikan – bersifat rumit dan terpadu, melibatkan orang, prosedur, gagasan, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis dan mengolah masalah, kemudian menerapkan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah pada situasi dimana proses belajar terarah dan terpantau”. Rumusan tersebut mengandalkan teknologi pendidikan sebagai suatu proses – kegiatan berkesinambungan, dan merinci kegiatan yang harus dilaksanakan oleh para praktisinya.

 

Oleh: Roi Anjas Suprayogi (bersambung)

Advertisements

Posted on 28 February 2008, in Artikel. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. great 🙂

    Tq, bang..

  2. makasih ya aku kutip sedikit tentang tulisan ini tuk mempermudah pemahamanku dalah hal 5 teknologi pengembangan

  3. sangat membantu ^_^

  1. Pingback: Lima Teknologi untuk Perubahan Pendidikan «

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: