Mengenal Quantum Ikhlas

Beberapa bulan terakhir ini, saya mulai mengenal tentang LoA (Law of Attraction-Hukum Tarik Menari). Awalnya denger-denger saja kalo ada buku The Secret dari sebuah seminar. Pas jalan-jalan ke Gramedia (persisnya lupa, udah lama), mata saya tertuju pada tumpukan buku-buku baru. Ada buku dengan judul cukup menarik minat saya, Quantum Ikhlas karta Erbe Sentanu. Buku yang dikemas menarik dengan ukuran tidak terlalu besar, membuat buku itu pas untuk dibaca. Buku dengan tebal 236 halaman, disertakan juga 1 CD Software Upgrade Otak (Free).

Saya baca buku tidak sampai 1 minggu (termasuk lumayan cepet dari biasanya), dan yang seru, ketika saya baca pada bab-bab terakhir, tidak terasa mata ini bercucuran air mata, bahkan sampai nangis sesenggukan. Ada sebuah pencerahan yang saya dapatkan, sebuah kepasrahan yang luar biasa.

Belum lama saya menyelesaikan buku Quantum Ikhlas, keikhlasan saya diuji. Waktu itu ada acara partai di sebuah hotel di Depok. Saya dan istri hadir dalam acara tersebut. Setelah selesai acara tersebut saya menuju tempat parkir motor. Ketika mau menyiapkan kendaraan, istri menitipkan dompet yang berisi HP, KTP dan uang sekitar 500rb. Ndilalahnya sebelum saya memasukkan kekantong celana saya, saya letakkan dompet itu disamping motor saya (di motor orang lain). Dan sejenak kemudian, kami lupa dengan dompet tadi, dan langsung keluar untuk menuju ke Mall (mau belanja).

Sesampainya di Mall, ketika mau parkir kami berdua teringat uang yang mau buat belanjat, dan saat itu juga ingatan saya tertuju pada dompet yang saya letakkan di motor orang. Istri saya panik, sambil mau nangis, saya juga ikut panik. Buru-buru saya memacu motor MX saya keluar dari mall dan kembali lagi ke Hotel tadi. Biasalah, karena terlalu ngebut, hampir-hampir nabrak dan nyerempet kendaran di depan kami.

Dalam perjalan yang ngebut tersebut, saya ingat ilmu ikhlas yang sudah saya baca. saya bilang sama istri, “sudahlah, pasrahin aja sama Allah, kalo memang masih rizki kita, dompet itu gak kemana dech….”, tapi tetep saja istri saya sangat sedih….

Sesampainya di parkir Hotel, istri saya buru-buru menuju ketempat parkir, saya menyusul kemudian. Di bekas tempat kami parkir itu, kami tengak-tengok. Dan saya melihat ada orang yang mau keluar dari parkir sedang kebingungan memegang dompet yang ada dimotornya, saya kemudian langsung bertanya. Alhamdulillah, ternyata dompet itu masih ada lengkap dengan isinya. Bayangkan terlambat beberapa menit saja, mungkin kami sudah tidak bertemu langsung ditempat. Walaupun saya yakin, kalopun sudah dibawa, pasti isinya selamat dan akan dikembalikan. Kami sangat berterima kasih kepada bapak yang menemukan dompet saya. Karena masih syok, kami lupa untuk menanyakan nama dan alamatnya (semoga Allah memberkahinya).

Kami bersyukur, dan akhirnya kami tidak jadi ke Mall hanya makan di warung Sroto Banyumas di Margonda. Hari itu saya (kami), mendapatkan pelajaran langsung tentang keikhlasan dan kepasrahan. Ketika kita menyerahkan semua dengan kepasrahan penuh kepada Allah, maka Allah akan menolong kita.

 

Advertisements

Posted on 26 February 2008, in Artikel. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: